teknologi yang menghancurkan kebudayaan

TEKNOLOGI YANG MENGHANCURKAN BUDAYA

Indonesia telah lama terkenal dengan berbagai budaya yang sangat beranekaragam, seperti yang telah menjadi semboyan kita yaitu bineka tunggal ika. Dengan adanya beraneka ragam budaya yang kita punya dari sabang sampai merauke. Namun, dengan banyaknya adat dan budaya tersebut, justru membuat kita dan pemerintah semakin sulit untuk senantiasa menjaga keseimbangan dan kesatuan semua budaya tersebut. Apalagi di tengah peradaban abad 21 ini, semakin banyak masalah eksternal yang membuat kita terlena dalam arus globalisasi. Salah satu faktor yang sangat riskan adalah teknologi.
Tidak dapat dipungkiri jika teknologi telah menjadi bagian dari hidup kita. Dimana-mana internet telah menjamur di berbagai kalangan di masyarakat. Mudahnya mengakses internet juga merupakan salah satu keuntungan sekaligus boomerang bagi diri kita sendiri. Kenapa saya dapat berkata demikian, tentu saja apabila kita melihat sisi negatif pada pengaruhnya terhadap budaya. Budaya asli kita telah teracuni oleh budaya asing yang masuk ke negeri kita. Bodohnya, kita masih belum dapat memfilterisasi berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia. Kita akan menkaji salah satu contoh sederhana, misalnya, rok mini. Tentu saja, Indonesia merupakan salah satu Negara muslim terbesar di dunia tidak mengajarkan kepasa masyarakatnya untuk menggunakan rok mini mengingat hal tersebut telah melenceng dari ajaran agama islam dan budaya timur yang lama telah dipeluk oleh bangsa ini. Namun, apa lacur, nampaknya, semua itu tidak menjadi halangan untuk masuknya budaya asing ke negeri ini.
Belum lagi masalah teknologi lain seperti televise. Televise memang dapat dikatalan sebagai sumber kita memperoleh informasi di luar batas jangkauan kita. Dengan televise kita dapat mendapatkan jutaan informasi yang berguna. Namun, dewasa ini, televisi juga telah menjadi racun tersendiri di kalangan masyarakat karena banyaknya film yang beredar di televise kita. Banyak stasiun yang sering menayangkan film pada jam-jam anak-anak menonton. Lembaga sensor yang ada di Indonesia nampaknya tidak bisa menunjukkan peran maksimalnya dalam menjalankan tugas. Banyak beberapa film yang katanya telah disensor, tetapi masih menampilkan adegan-adegan yang seronok yang tidak layak ditonton oleh anak-anak. Saya rasa, ini juga patut menjadi PR bagi kita semua, karena hal tersebut dapat merusak moral anak bangsa yang sesungguhnya sangat bertentangan dengan budaya bangsa ini.
Banyak lagi kemajuan teknologi yang mempunyai dampak-dampak tidak diinginkan yang tidak dapat saya uraikan satu persatu, namun tidak dapat dipungkiri jika tekhnologi telah menjadi pemyumbang terhadap rusaknya nilai luhur budaya bangsa.
Namun, sebagai generasi muda saya hanya dapat menghimbau agar kita dapat menjaga buday kita beserta warisan nenek moyang kita agar kita dapat memberikannya kepada generasi penerus setelah kita. Karena, kita harus ingat bahwa budaya adalah ciri khas yang mencerminkan suatu bangsa jadi kita harus menjaganya dari segala macam kemungkinan terburuk.

perubahan sikap konsumen

BAB I
PENDAHULUAN

Peter Ferdinand Drucker (lahir di Kaasgraben, Vienna, Austria, 19 November 1909 – meninggal di Claremont, California, Amerika Serikat, 11 November 2005 pada umur 95 tahun) adalah seorang penulis, konsultan manajemen, dan "ekolog social “. Ia sering disebut sebagai bapak "manajamen modern”, mengatakan bahwa dunia bisnis di masa depan akan berada pada kondisi yang penuh dengan ketidak-pastian dan sangat bergolak. Kompetisi dalam kondisi ini menjadi sangat kuat dan ketat sehingga kesalahan yang bisa ditoleransi hampir ‘zero’. Keputusan-keputusan yang diambil dalam kondisi ini menjadi sangat menentukan nasib perusahaan. Sedikit kesalahan yang diambil akan menyebabkan peluang dan keuntungan bagi kompetitor yang begitu banyak dan memiliki competitive advantage yang lebih besar.
Konsumen menjadi raja yang benar-benar diperebutkan. Apapun kebutuhan konsumen harus dipenuhi. Jika konsumen menginginkan harga yang murah, kualitas baik, dan jaminan yang sustainable dari produk, maka perusahaan harus menyediakannya. Jika perusahaan gagal menyediakan maka kemungkinan besar, perusahaan akan gugur dalam pertarungan. Era kecepatan seperti yang digembar-gemborkan pun ikut mewarnai kondisi bisnis ini. Era kecepatan adalah era di mana perubahan berlangsung sangat cepat dan tak terduga. Warna ini terasa lebih kental dengan hadirnya teknologi informasi. Kehadiran teknologi informasi menambah semarak kondisi bisnis karena setiap orang bisa dengan mudah membandingkan produk satu dengan produk lain, perusahaan satu dengan perusahaan lain, dan otomatis menambah ketat dan panas persaingan dan kompetisi dalam dunia bisnis.
Kondisi-kondisi seperti yang terjadi di atas telah mengubah segala hal, bahkan sampai tiap lekuk terkecil dari kehidupan sekalipun. Ini disebabkan karena dunia bisnis adalah dunia yang menjadi penyokong utama kehidupan manusia. Gugurnya sebuah perusahaan dalam kompetisi bisnis akan berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran dan ini tentu menjadi concern pemerintah. Begitu juga dengan konsumen yang membutuhkan informasi tambahan sehingga bisa menjamin sustainability produk yang dilempar ke pasar.
BAB II
ISI

Persaingan industri dalam setiap kategori produk saat ini tidak bisa dihindari. Hal ini dilihat dari banyaknya pemain dalam satu industri. Masing-masing perusahaan berusaha untuk menawarkan produk pada konsumen yang sama. Banyaknya perusahaan yang terjun dalam satu industri bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, dari sisi perusahaan memiliki kompetensi, kekuatan teknologi, kecukupan modal, keahlian dalam melakukan riset, keinginan untuk mempertahankan profitabilitas dalam jangka panjang; sedangkan dari sisi konsumen, konsumen memiliki preferensi yang berubah karena disebabkan oleh adanya keinginan yang beragam.
Keinginan yang beragam ini juga dipicu karena meningkatnya penghasilan, bertambahnya pengetahuan dan pengalaman, pengaruh kelompok referensi, dan tuntutan kerja. Dengan adanya kekuatan dua sisi mendorong perusahaan mau tidak mau berusaha untuk ikut serta dalam persaingan karena apabila perusahaan tidak mengikuti persaingan, maka perusahaan akan kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Konsekuensinya, perusahaan tidak akan mampu mempertahankan keberadaan bisnisnya, dan akhirnya akan membubarkan diri. Dalam mengembangkan strategi untuk ikut serta dalam persaingan, ada dua orientasi utama yang bisa dijadikan pertimbangan oleh perusahaan. Orientasi ini bisa berupa yaitu orientasi tradisional-orientasi kompetitor dan orientasi modem yaitu orientasi konsumen.
Perusahaan yang memiliki orientasi persaingan pada kompetitor akan mengembangkan strategi yang sifatnya head to head. Masih ingat, persaingan antar operator seluler beberapa waktu lalu antara si Merah dan si Biru. Kita sebagai konsumen bisa tahu perubahan iklan dua perusahaan setiap bulan dengan melihat iklan yang selalu baru dan sifatnya saling menimpali dan menunjukkan keunggulan masing-masing. Begitu juga dulu, persaingan antara Pepsi dan Cola atau persaingan antar perusahaan yang cenderung menekankan tema iklan komparatif.
Strategi yang dikembangkan sifatnya reaktif dan cenderung memata-matai setiap gerakan kompetitor. Perusahaan menjadi waspada dalam kurun waktu 24 jam. Bisa jadi perusahaan mengerahkan karyawannya untuk selalu memonitor perkembangan perusahaan lain yang dianggap sebagai kompetitor dalam industri yang sama.
Perusahaan yang bisa melakukan strategi ini tentu saja harus didukung oleh amunisi yang cukup kuat baik amunisi dana, teknologi, dan sumber daya manusia yang kreatif. Namun, strategi ini juga memiliki kelemahan. Strategi ini cenderung berorientasi jangka pendek. Perusahaan tidak cukup waktu untuk memonitor setiap perkembangan yang ada. Keputusan yang diambil semata-mata berdasarkan keputusan strategi yang dibuat oleh pesaing.
Dengan demikian, strategi yang dibuat oleh perusahaan cenderung bisa jadi hanya sekitar komparasi atau memiliki perbedaan strategi yang tidak begitu signifikan karena tinggal melihat apa yang dilakukan oleh pesaing. Orientasi kepada kompetitor ini cenderung bersifat menyerang dan menghalangi perusahaan untuk membuka diri terhadap peluang yang mungkin bisa diambil oleh perusahaan.
Fokus perusahaan cenderung tertutup terhadap kemungkinan adanya kesempatan untuk berkembang karena orientasi persaingan perusahaan terhadap kompetitor bersifat secara langsung. Pada sisi lain, konsumen sebagai pengguna produk akan mempersepsi bahwa persaingan yang ditunjukkan adanya komparasi iklan atau komparasi promosi merupakan ajang pertarungan dan mungkin membingungkan konsumen untuk memutuskan memilih suatu produk.
Memaknai persaingan tidak hanya memandang bahwa semua perusahaan dalam industri merupakan sebagai kompetitor. Idealnya, dalam mengikuti persaingan agar perusahaan bisa selalu bertahan dalam industri dan bisa memenuhi kebutuhan para stakeholder-nya, setidaknya memiliki orientasi pada konsumen. Orientasi pada konsumen merupakan orientasi perusahaan yang tidak menerapkan konsep produk. Orientasi pada konsumen bertujuan menghindari agar perusahaan tidak terjebak dalam penerapan marketing myopia.
Konsep ini sebenarnya bukan konsep bam. Konsep ini pernah diajukan oleh Theodore Levitt dengan konsep Marketing Myopia dalam Hanard Business Review (1966). Marketing myopia merupakan konsep yang menunjukkan bahwa perusahaan terjebak dalam memaknai pentingnya produk di mata konsumen. Perusahaan memiliki fokus sempit karena hanya mengutamakan satu produk yang pasti dianggap bisa memenuhi kebutuhan konsumen dengan baik dan bisa memenangkan persaingan. Marketing myopia harus dihindari karena tidak mendorong perusahaan untuk memiliki perspektif lebih luas dengan hanya sekedar memberikan produk terbaik dan memfokuskan pada perusahaan lain yang menawarkanproduk sama.
Fenomena Google dan Apple merupakan sesuatu yang menarik untuk didiskusikan dalam ranah persaingan. Google tidak menganggap bahwa Yahoo merupakan saingan utama mereka. Hanya saja, Google berpikir lebih dari itu, bahwa bagaimana persaingan itu dihadapi dengan memberikan sejumlah penawaran kepada konsumen yaitu tidak sekadar search engine. Google memiliki orientasi bahwa pelayanan lebih dari itu yaitu konsumen bisa mendapatkan akses informasi bisa melalui data dan komunikasi dengan menggunakan peranti lunak Android. Google juga mengeluarkan ponsel Nexus One. Dalam hal ini Google lebih memersepsikan bahwa Apple dengan I-Phone sebagai kiblat untuk mengembangkan strategi bisnisnya. Sifat pengembangan strategi cenderung halus dan tidak head to head karena lebih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan konsumen.
Begitu juga, I-Phone Apple memiliki sejumlah peranti yang tidak hanya untuk berkomunikasi namun juga bisa untuk akses data, musik, dan film. Dengan demikian, masing-masing perusahaan tidak bersifat bersaing secara langsung, tetapi lebih berorientasi pada tuntutan preferensi konsumen yang menginginkan, one stop product offering.
Begitu juga, saat ini persaingan antara Coca Cola dan Pepsi tidak lagi hanya head to head pada minuman berkarbonasi. Namun, masing-masing perusahaan sudah memikirkan orientasi pada konsumen yaitu mereka berorientasi pada industri minuman tidak hanya pada minuman berkarbonasi. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan melakukan akuisisi pada produk water, energy drink, ready to drink tea, juice drink, dairy based drink, ready to drink coffee, dan sport drink.
Jadi, perusahaan memiliki orientasi persaingan lebih luas dan tidak memfokuskan pada satu produk atau satu aspek yang sempit. Dengan memberikan orientasi lebih luas, perusahaan dapat mengembangkan berbagai kesempatan untuk menawarkan berbagai produk agar bisa memberikan pemenuhan kebutuhan konsumen dengan baik. Tentu saja, konsumen akan merasa diuntungkan karena mendapatkan keragaman penawaran produk dari perusahaan.
Pelajaran yang penting dalam ini adalah perusahaan yang menyikapi persaingan dengan orientasi konsumen adalah adanya kemauan belajar secara terus-menerus dan memiliki sumber daya baik modal maupun manusia dengan tingkat kreativitas tinggi. Hanya dengan proses belajar, berinovasi dan riset terus-menerus, perusahaan akan menciptakan produk terbaik dan bisa memberikan pembelajaran bagi perusahaan lain tanpa bermaksud menciptakan persaingan yang menimbulkan perang antarperusahaan. Selain itu, persaingan yang disiapkan tidak bersifat SKS (sistem kebut semalam), tetapi bersifat stratejik membutuhkan perencanaan yang baik, dan bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang.
















BAB III
PENUTUP
Seiring jalannya waktu dan kebutuhan konsumen yang terus menerus menyebabkan konsumen berusaha untuk mencukupi kebutuhannya. Keinginan konsumen yang berbeda-beda ini dan selalu berubah-ubah disebabkan karena adanya perubahan-perubahan lingkungan ekstern dan intern yang mempengaruhinya. Lingkungan eksternal meliputi budaya, kelas sosial, kelompok sosial, serta keluarga. Sedangkan lingkungan internal meliputi motivasi, pengamatan, pembelajaran, dan sikap. Untuk mengatasi keinginan dan perilaku konsumen yang berubah-ubah, perusahaan dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan perilaku konsumen terutama sikap konsumen.
Sehubungan dengan kajian perilaku konsumen, maka diperlukan suatu pemahaman yang khusus tentang konsumen, dalam hubungannya dengan strategi pemasaran. Para pengusaha harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen, sehingga timbul penilaian positif atau negatif dari konsumen terhadap lembaga penjualan yang bersangkutan. Dengan demikian maka para pengusaha harus dapat memahami perilaku konsumen serta konsep pemasaran. Philip Kotler menulis dalam salah satu bukunya, bahwa yang dimaksud konsep berwawasan pemasaran adalah, “Kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran” (Kotler, 2002:22).









BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1. http://ib4n3z10nova.wordpress.com/2010/05/24/kemungkinan-perubahan-pada-stakeholder-utama-akuntansi-keuangan/
2. http://bataviase.co.id/node/299552
3. http://getskripsi.com/2009/01/analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-keputusan-pembelian-konsumen-pada-warung-angkringan-utara-stasiun-tugu-di-kota-yogyakarta/

analisis dan diagnosis keadaan lingkungan pemasaran

tugas dasar pemasaran
PERUBAHAN SIKAP KONSUMEN
d
i
s
u
s
u
n
oleh :

nama = hertyn frianka ( 13210279 )
1EA12
universitas gundarma
tahun ajaran 2010/2011


KATA PENGANTAR

Rasa syukur tidak terhingga kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang hanya karena-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Ucapan terima kasih juga kami berikan kepada Bapak Herry Susanto, sebagai dosen dalam mata kuliah Dasar pemasaran, kepada teman teman saya dari jurusan manajemen angkatan 2010, dan pihak-pihak lain yang telah membantu saya dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu di sini.
Dalam makalah ini, saya membahas tentang analisis dan diagnosis faktor lingkungan. Seperti yang kita ketahui, di dunia ini banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran dan mempunyai ciri khas masing. Untuk itu saya membuat makalah singkat ini yang menuliskan tentang analisis dan diagnosis tersebut.
Penulis memahami makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan masukan berupa saran dan kritik yang membangun demi menyempurnakan makalah ini agar menjadi sebuah makalah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat bagi yang membacanya.


Depok, november 2010









BAB I
PENDAHULUAN
Faktor lingkungan baik itu lingkungan perusahaan itu sendiri, lingkungan mikro, maupun lingkungan makro sangat memiliki peran yang sangat strategis dalam dunia bisnis suatu perusahaan, baik yang bergerak di bidang jasa, dagang, maupun manufaktur. Oleh karena itu, setiap perusahaan kini telah memiliki jurus masing-masing untuk menghadapi permasalahan yang tergolong pelik ini.
Dalam makalah singkat ini, saya akan mengupas sedikit mengenai analisis dan diagnosis dari faktor lingkungan eksternal maupun internal suatu perusahaan yang dapat membuat perusahaan tersebut tetap berada di jalur eksisitensi dunia bisnis yang sehat.














BAB II
ISI
PERUSAHAAN SUSU SAPI
HERTYN GROUP AND THE COMPANY

A. ANALISIS
1. Memprediksi lingkungan yang berpengaruh terhadap perusaan saat ini dan masa yang akan datang - Dipandang dari sudut pandang pengaruh perusahaan internal ( produk, harga, distribusi, dan produksi ) dan pengaruh mikro ( pemasok, distribusi, pasar )

Susu merupakan sumber protein yang sangat penting bagi tubuh kita. Saat ini, baik muda maupun tua serta merta mengonsumsi susu untuk menjaga keseimbangan gizi dalam tubuh. Telah diketahui bersama jika susu adalah sumber vitamin dan protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, apabila terjadi defisiensi baik vitamin maunpun mineral akan dapat berakibat fatal bagi tubuh kita. Oleh sebab itu, dewasa ini orang-orang berbondong-bondong untuk mengonsumsi minuman sehat dan bergizi. Menjamurnya perusahaan susu di Indonesia sangat memusingkan konsumen pada umumnya, karena semua perusahaan menawarkan produk susu yang baik. Sehingga membuat konsumen merasa kesulitan untuk memilih produk susu yang tepat. Namun, hal ini justru dijadikan cambuk oleh perusahaan untuk terus berinovasi meciptakan produk-produk yang menarik yang juga berbahan dasar susu.
Tidak dapat dipungkiri, banyak orang yang juga tidak dapat minum susu segar secara langsung. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya, orang tersebut memiliki alergi apabila mengonsumsi susu, konsumen tidak dapat meminum susu karemna kurang menyukai bau amis yang sering tercium apabila kita meminum susu segar, dan alasan lain. Hal ini membuat perusahaan memutar otak untuk menciptakan produk olahan yang juga dibuat dari susu. Misalnya, yogurt, ice cream, cokelat, susu yang telah dipasturiasi dan diberi perasa buah-buahan. Dengan demikian, konsumen tidak akan lari dari produk kita, karena perusahaan kita memiliki berbagai pilihan yang dapat dijadikan pilihan bagi konsumen. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan makanan, kita harus mampu melihat keinginan pasar karena begitu banyak pesaing di luar sana yang juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan.
Selain itu, apabila kita memandang dari segi yang lebih luas lagi, kita sebagai persuhaan memang tidak dapat dipungkiri ingin mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya. Namun ada kalanya kita harus kembali ke realita yang telah lama membudaya di Indonesia. Yaitu, masyarakat kita yang sangat “berpegang teguh” pada prinsip ekonomi. Bisa kita lihat di pasar-pasar, baik supermarket maupun tradisional, para konsumen sangat sensitive dengan harga yang dijual di pasaran. Walaupun hanya 1 rupiah, maka konsumen akan memperjuangkan harga yang semurah-murahnya. Mungkin, ada rasa kepuasan tersendiri apabila dia dapat membeli dengan harga yang murah. Jadi, melihat kondisi ini, sebaiknya, perusaan tersebut dapat menjual dengan harga yang sepantasnya namun tetap menjaga komitmen gizi dan rasa dari produk yang dihasilkan.
Selain harga, masyarakat Indonesia terkenal dengan budaya tidak menyukai menunggu, jadi ini aka nada hubungannya dengan kecepatan barang yang sampai di tangan konsumen. Jadi, apabila kita senantiasa mengusung istilah “pembeli adalah raja”, maka kita harus memperbaiki kinerja distribusi yang ada di seluruh bagian Negara ini. Apabila distribusi kita terhambat karena faktor kelalaian dari perusahaan maka aka nada peluang besar jika konsumen akan lari dan berpindah hati ke perusahaan lain. Tentu saja, untuk menghindari hal tersebut, kita harus siap menghadapi berbagai macam kemungkinan tersebut.
Jadi, sangat terlihat jika untuk mendapatkan hati para konsumen, kita harus mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk kita agar berbagai macam pengaruh lingkungan mikro tersebut tidak sampai merusak produksi kita. Namun sebelum itu, kita harus memperbaiki pondasi yang ada di dalam perusahaan tersebut. Perusahaan harus memiliki manajer yang memiliki kompetensi untuk menghadapi berbagai macam permasalahan internal yang ada di dalam di perusahaan tersebut. Baik itu yang berhubungan dengan produksi susu dan masalah keharmonisan antar pegawai. Karena keharmonisan antar pegawai sangat mempengaruhi hasil produksi yang akan dipasarkan.


2. Meprediksi lingkungan yang berpengaruh terhadap perusaan saat ini dan masa yang akan datang – Dipandang dari sudut pandang pengarus lingkungan Makro ( ideology, politik, ekonomi, social, budaya, teknologi )
• Ideology, kita harus dapat menghubungkan ideology suatu bangsa terhadap produksi yang akan kita hasilkan. Misalnya, Negara Indonesia adalah pancasila maka kita harus bisa mengambil point-point yang tertanam di dalamnya. Seperti contoh, saya mengambil point yang pertama yaitu, Ketuhanan yang Maha Esa, dari point kita dapat melihat animo masyarakat Indonesia yang sebagian beragamakan islam. Maka kita harus saling menghargai dengan membuat produk yang halal agar konsumen tidak merasa kecewa dengan produk yang kita produksi.

• Politik, Indonesia menganut paham demokrasi. Jadi, tidak aka nada salahnya kita mendengar keluhan, saran, maupun kritik dari konsumen untuk memperbaiki produksi produk kita. Karena dengan melihat lebih dekat kemauan dari konsumen dapat memperkecil peluang konsumen untuk lari ke produk lain.

• Ekonomi, seperti yang saya katakan di atas bahwa prinsip ekonomi sangatlah dipegang teguh oleh konsumen di Indonesia. Jadi, tidak ada salahnya jika pada bulan-bulan tertentu, missal di hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan sebagainya kita membuat bulan promosi ( beli tiga gratis satu ). Hal-hal yang dianggap sepele tersebut justru akan lebih berkesan di hati konsumen.

• Social, kondisi Indonesia sangat memprihatinkan apabila kita berbicara mengenai social. Maka, hal ini juga sebenarnya kita bisa memanfaatkan keuntungan dari permasalahan pelik tersebut. Seperti yang telah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan lain yaitu dengan membeli produk kita, maka konsumen telah mendukung atau member beberapa persen untuk disumbangkan ke orang-orang dan pihak-pihak yang membutuhkan. Hal ini juga dapat membuat daya tarik tersendiri karena kita dapat melakukan kegiatan social sekaligus menjual produk kita.

• Budaya, budaya Indonesia juga bisa menjadi ide bagi para perusaan untuk memasarkan. Misalnya, budaya jawa yang sering memberikan makanan maupun minuma kepada leluhurnya. Dengan adanya pemikiran kea rah sana, maka perusahaan dapat mengembangkan dan menjual hasil produknya secara maksimal.

• Tekonologi, saat ini teknologi di dunia telah mencapai tingkat puncak. Jadi, sebagai salah satu perusahaan kita harus mampu membaca aimo masyarakat. Misalnya, saat ini masyarakat kita sedang menggandrugi facebook dan beberapa situs pertemanan lainnya. Jadi, kita juga dapat memasarkannya dengan menggunakan media tersebut.

Jadi, semua kemungkinan baik posiitif mupun negative yang telah ada pada saat ini maupun yang akan terjadi, kita harus mampu menghadapinya dengan berbagai “ jurus “. Semua ini kita lakukan agar konsumen tidak berpindah ke lain hati.
Kita juga harus pandai dalam membaca golongan suatu komunitas dalam suatu ekologi. Dengan membaca kemauan dari masyarakat, kita tidak akan ditinggalkan oleh konsumen. Mengingat banyak perusahaan-perusahaan lain yang juga bergerak di bidang yang sama dan mereka juga pasti telah mempunyai strategi pemasaran yang berbeda pula maka kita harus pandai-pandai dalam mengolah system pemasaran kita.


B. DIAGNOSIS
a. Apakah kondisi lingkungan saat ini dan masa yang akan datang ada disparitas?
Saat ini, memang disparitas belum terlalu menonjol di lingkungan masyarakat kita. Namun, tidak akan tertutup kemungkinan juka disperitas tersebut akan terjadi. Saat ini pun, tanda-tanda adanya disperitas di masyarakat kita sudah Nampak terjadi. Mulai dari terlihatnya perbedaan antara status social antar masyarakat. Antara si miskin dan si kaya. Jadi, sebagai perusahaan yang professional dalam memasarkan produknya, kita tidak boleh untuk lebih berorientasi pada si kaya yang mempunyai uang yang cukup untuk membeli produk kita. Namun, kita harus mampu merangkul keduanya. Cara sederhana yang dapat kita lakukan yaitu dengan mengajak si kaya membeli produk kita dan secara provokatif untuk memberikan sebagian uang yang telah kita dapatkan untuk di berikan kepada orang yang tidak mampu.
Dengan cara sederhana tersebut maka akan kecil kemungkinan adanya disparitas di kalangan masyarakat untuk menggunakan produk kita. Sebenarnya, untuk mengambil hati konsumen tidak perlu melakukan hal-hal yang sulit dan sulit direalisasikan, dengan melakukan hal kecil pun akan tetap mempertahankan semboyan Bineka Tunggal Ika diantara dunia bisnis dan di Negara kita tercinta.

b. Apakah perubahan strategi perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan?
Tentu saja kita harus mengubah pola dalam menjual produk kita. Sifat dasar dari konsumen adalah cepat bosan dengan produk yang kita hasilkan. Jadi kita harus pandai dalam mengkreasikan sesuatu yang baru dan membuat konsumen terus merasa tertarik untuk membeli produk kita. Strategi yang dilakukan tergantung pada perubahan keinginan dari pasar. Apabila selama ini kita hanya menghasilkan susu sapi, mengapa kita tidak membuatnya menjadi permen susu agar konsumen marasa corious dan ingin membeli produk kita.
Selain itu, kita juga mengubah beberapa content lainnya, misalnya mengubah bungkus atau kemasan dari produk yang kita hasilkan. Misalnya dengan menonjolkan warna-warna yang menarik dan hal tersebut dapat membuat para konsumen merasa tertarik untuk membeli produk kita.
Strategi pemasaran juga wajib diubah agar tidak terjadi kemonotonan dalam penjualan produk kita. Strategi pemasaran yang mungkin tadinya hanya menjangkau perkotaan dapat mulai menjamah daerah pedesaan agar konsumen semakin banyak menggunakan produksi kita. Banyak hal lain yang juga dapat dilakukan agar kita dapat senantiasa mendapatkan perhatian lebih dari konsumen.

c. Apakah perlu adanya upaya khusus untuk mengurangi disparitas, strategis yang terjadi?
Disparitas sesungguhnya merupakan masalah yang dapat dikatakan serius karena memang hal ini dapat mengganggu dalam proses pemasaran produk kita. Mengapa? Seperti yang telah saya katakana di atas, jika apabila disparitas dibiarkan terlalu lama hidup dan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat kita maka hal ini juga akan mempengaruhi kegiatan produksi kita. Langkah-langkah strategis yang perlu kita lakukan adalah dengan tidak menambah dalam jurang disparitas tersebut.
Beberapa langkah telah saya sampaikan pada point-point di atas, agar kita dapat mencegah disparitas di kalangan masyarakat.
















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Kita perlu manganalisis dan memperhatikan pola-pola perubahan dari pasar asar kita dapat terus bereksistensi di bidang bisnis pada perusahaan yangbsedang kita promosikan kepada khalayak ramai. Dengan memprediksi peluang terbaik yang dapat kita dapatkan bahkan sampai peluang terburuknya agak kita tidak kaku lagi dalam menghadapi semua problems tersebut, maka kita harus memiliki komitmen yang kuat dan tangguh.

B. SARAN
Saya hanya berharap, konsep pemasaran tidak terdengar asing untuk mereka yang baru masuk di dunia ini dengan menampilkan beberapa contoh sederhana dan membagi sedikit ilmu yang saya punya, semoga pembaca dapat mengambil yang baik dan dapat mengoreksi bagian yang salah untuk memperbaiki makalah ini.

















REFERENSI

Ilmu yang saya dapatkan dari ulasan dan penjelasan bapak Heery Susanto kemudian saya tuang dalam bentuk tulisan pendek, yakni makalah ini.

a story of life

A STORY OF MY LIFE

Terkadang, saya merasa sedikit geli dengan kata-kata persahabatan, cinta, dan masalah remaja lain pada umumnya. Bukan tidak mempercayai kehidupan ala remaja tersebut, hanya saja , saya bahkan nyaris hampir hidup dengan sejuta kemunafikan yang ada disekitar saya. Setahun saya terkurung dalam arti persahabatan dan cinta. Bahkan, pengalaman yang pahit tersebut membuat saya belum bisa kembali mempercayai seseorang untuk menjadi sahabat yang bisa diandalkan saat saya bahagia maupun saat saya bersedih. Cerita buruk itu terjadi saat saya berusia 16 tahun, saat saya duduk dibangku akhir SMA 18 Palembang. Cerita yang mungkin merupakan bagian tersulit dalam hidup saya, cerota yang membuat saya dapat mebuka mata, dan cerita yang mungkin tidak dapat saya lupakan seumur hidup saya. Saya sebenarnya tidak ingin membuka puing-puing masa lalu pada khalayak umum karena puing-puing kenangan masa lalu tersebut yang membuat saya seperti apa sekarang.

Palembang, pertengahan tahun 2008
Hari itu, semua siswa SMA N 18 palembang yang duduk dibangku akhir tengah sibuk melihat pengumuman di Majalah dinding yang mengatakan bahwa pembukaan pendaftaran PMDK Universitas sriwijaya telah dibuka. Saya dan sahabat terbaik yang pernah saya punya pun tidak kalah heboh mendengar berita tersebut. Saya sangat ingin kuliah di UNSRI karena saya tidak ingin jauh dari kedua orang tua saya, hal tersebut dikarenakan saya berpikir karena saya adalah anak tunggal dan belum bosa mandiri untuk jauh dari kedua orang tua.
Dengan penuh semangat, saya menyampaikan kabar penuh harap tersebut kepada kedua orang tua saya. Orang tua saya pun tidak kalah semangat untuk memberikan saya dukungan mengikuti pendaftaran PMDK Universitas Sriwijaya tersebut. Dari kecil, saya selalu bercita-cita untuk menjadi dokter spesialis anak. Saya sangat menyukai dan mencintai keluguan anaka-anak kecil yang selalu saya temui dimana pun saya berada. Kebetulan, sahabat terbaik saya juga sangat ingin menjadi dokter. Jadi, kami berdua memutuskan untuk memilih fakultas yang sama, Fakultas Kedokteran. Saya dan sahabat saya selalu berdoa dan saling mendoakan agar kami berdua diterima di Fakultas yang kami idam-idamkan tersebut. Sama sekali tidak ada rasa curiga di hati saya bahwa teman saya akan berprilaku curang atau hal-hal negative lainnya. Selain itu, saya juga percaya jika saya berpeluang untuk diterima di FK UNSRI karena nilai saya lebih unggul dibandingkan sahabat saya pada saat kelas 1 dan kelas 3. Harapan saya saat itu bahwa nantinya saya dan sahabat saya akan diterima di FK besama-sama, memakai seragam putih bersama, dan menjadi co-ass bersama.
Hari itu, sebulan sudah formulir PMDK dikirim ke pihak UNSRI. Tibalah pengumuman yang menegangkan. Satu persatu, teman-teman saya menelpon saya mengabarkan bahwa mereka mendapat surat balasan dari pihak UNSRI yang menyatakan bahwa mereka diterima sebagai mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya. Tapi, bagaimana dengan nasib saya?
Saya menunggu surat tersebut juga datang kepada saya. Namun, sampai matahari tenggelam di ufuk barat pun, saya tidak mendapatkan surat apa-apa dari pihak UNSRI. Ya, saya tidak diterima sebagai Mahasiswa Universitas Sriwijaya. Apa daya, saya hanya bisa merasakan dunia saya hancur saat itu juga. Pikiran saya semakin pusing mengingat besok adalah pengumuman kelulusan UAN. Saya benar-benar takut dengan hasil kelulusan saya teersebut. Belum lagi, hati saya yang masih sakit karena teman-teman saya diterima di FK UNSRI sedangkan saya tidak.
Esoknya, saya tidak mau datang ke sekolah untuk melihat hasil kelulusan. Ayah saya yang akhirnya memutuskan untuk mengambil ijazah saya. Saya tidak mau keluar kamar, karena hanya pedih yang begitu mendalam yang saya rasakan. Teman terbaik saya pun senantiasa menelpon dan mengirimkan pesan kepada saya agar saya tetap semangat untuk mengikuti SPMB. Ada sedikit rasa iri dalam hati saya untuk menerima kenyataan jika sahabat saya diterima sedangkan saya tidak, tapi tetap dalam hati saya mengatakan bahwa dia tetap sahabat terbaik saya dan saya percaya sepenuhnya kepadanya.
Setelah beberapa saat, Ayah saya pulang dengan membawa ijazah saya. Ayah mengucapkan selamat atas kelulusan saya. Bukan hanya karena kelulusan saya, tapi karena saya berhasil merebut juara 2 umum untuk nilai ujian saya. Namun, hal tersebut justru membuat hati saya bertambah hancur. Bagaimana bisa juara umum 2 di sekolah tidak bisa diterima di Universitas Indonesia. Selama kurang lebih 3 bulan saya menjadi anak termalang di dunia, saya tidak berani keluar rumah untuk bertemu orang banyak karena saya tahu mereka hanya akan menghina saya, karena saya tidak diterima di Universitas negeri terbaik di palembang.
Akhirnya, dengan hati yang penuh luka saya tetap melanjutkan perjuangan saya untuk mencoba tes tahun depan. Sahabat terbaik saya tetap menghubungi saya via friendster dan sms untuk memberikan saya semangat. Dalam hati saya berkata, saya beruntung memiliki teman seperti dia. Walaupun saat itu, dia telah mendapatkan title sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRI, saya sama sekali tidak pernah benci padanya karena saya belum diterima di FK UNSRI.
Selama setahun, saya mengikuti bimbingan belajar di 3 tempat sekaligus, mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 9 malam. Setiap hari saya melakoni rutinitas tersebut agar saya tidak larut dalam kesedihan karena saya belum kuliah pada saat itu.
Namun, suatu hari saya bertemu dengan guru saya semasa SMA di salah satu supermarket. Beliau bertanya saya kuliah dimana sekarang. Dengan hati hancur dan berlinang air mata, saya mengatakan bahwa saya belum kuliah karena rasa trauma saya tidak diterima pada saat tes PMDK Unsri. Entahlah, saat itu, beliau juga menangis turut menyesali kejadian tersebut. Lalu, beliau mengatakan, bahwa sebenarnya Sahabat terbaik saya telah berlaku curang, sahabat saya meminta ganti nilainya di rapot untuk mendapatkan kursi PMDK. Sesaat, dunia terasa berhenti berputar, saya benar-benar kecewa dengan sahabat terbaik saya tersebut. Padahal, saya sudah sepenuhnya percaya padanya namun dia mengkhianati persahabatan kami.
Setelah hari itu, saya memutuskan hubungan dan komunikasi dengan sahabat terbaik saya tersebut. Saya tidak ingin mengingatnya sebagai sahabat, tapi, saya akan mengingatnya sebgaia seseorang yang telah mengkhianati saya. Tidak pernah sekalipun saya membalas commentnya di Friendster maupun membalas SMS darinya, hati saya telah terlaku sakit untuk memaafkannya.

Palembang, mei 2009
Dengan hati yang masih penuh luka, saya mengikuti tes Ujian masuk Universitas Indonesia yang kebetulan juga diadakan di Palembang. Jujur, saya masih ragu dengan kemampuan saya dan saya tidak yakin dapat diterima di UI. Mengingat UI adalah salah satu Universitas yang paling dicari oleh ribuan calon Mahasiswa, ada rasa pesimis dalam hati saya. Apalagi, saya membaca berita di Koran yang mengikuti Ujian SIMAK UI mencapai 4.000 orang, itu hanya untuk daerah Palembang dan sekitarnya. Namun, jika di total seluruh Indonesia, ada sekitar 75.000 peserta ujian yang mengikuti seleksi ujian masuk UI tersebut.
Hanya berbekal doa kepada yang Maha Kuasa dan doa dari kedua orang tua saya, saya mengikuti ujian tersebut dan mengerjakan soal semampu saya. Selama kurang lebih satu bulan saya menunggu pengumuman SIMAK UI tersebut dengan penuh harap dan doa agar saya dapat diterima.

Palembang, april 2009
Sebulan sudah setelah hari ujian tersebut, ayah dan ibu saya yang paling heboh untuk mengetahui hasil ujian. Mereka takut saya gagal lagi dan akan membah luka di hati saya. Malam pukul 3 dini hari, pintu kamar saya diketuk oleh ayah saya. Dengan malas saya membukakan pintu untuknya. Malam itu saya lupa jika pengumuman hasil SIMAK UI telah diumumkan melalui internet. Jadi saya tidak ada feeling apa-apa untuk mengetahui hasil ujian tersebut.
Dengan wajah ayah saya yang berseri-seri, beliau mengatakan bahwa saya diterima di Universitas Indonesia jurusan Farmasi. Saya yang baru bangun sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh ayah saya, ada rasa sedikit tidak percaya, mana mungkin anak seperti saya dapat diterima di Unversitas Indonesia, Universitas pilihan dan salah satu Universitas terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Lalu ayah saya mengulangi penyataannya bahwa saya diterima di UI, ayah saya menarik tangan saya menuju computer dan memperlihatkan kepada saya bahwa saya diterima di UI. Sejenak, air mata saya mengalir di pipi saya, sujud syukur saya panjatkan kepada Allah SWT.
Saya memeluk kedua orang tua saya dengan penuh suka cita, saya bahagia, pada akhirnya cerita ini berakhir dengan kebahagiaan. Kemudian, saya kembali ke kamar dan mengambil handphone saya. Saya menghubungi sahabat terbaik saya yang telah mengkhianati saya. Saya menyampaikan padanya bahwa saya diterima di UI, universitas yang lebih baik dari UNSRI, universitas yang akan menjadi saksi perjuangan saya selama setahun kebelakang. Sahabat saya tergagap, mungkin, ada rasa tidak percaya dihatinya jika saya dapat diterima di UI karena selama SMA 18 Palembang berdiri, hanya 2 orang yang berhasil tembus ujian di Universitas Indonesia. Dan kedua orang tersebut adalah termasuk saya.
Saya mematikan telepon dan tertidur dalam keadaan bahagia, tidak ada lagi air mata yang biasanya senantiasa setia menemati saya sebelum akhirnya saya tertidur. Dalam hati kecil saya berkata, “Hertyn, katakana pada dunia bahwa mulai detik ini kamu adalah mahasiswa UI dan katakana hal tersebut pada orang-orang yang telah memandangmu sebelah mata!”, itu yang aku pikirkan. Dan akhirnya, aku teridur malam itu.



Depok, pertengahan tahun 2009 sampai sekarang
Disinilah saya sekarang, di Universitas Indonesia jurusan Farmasi. Saat ini, saya sudah di tahun kedua saya, semester 3 tepatnya. Dan saya memutuskan untuk mengambil double degree di universitas swasta di daerah depok, Universitas Gunadarma, jurusan Manajemen.
Double degree adalah mimpi saya sejak dulu, dan setelah kejadian suram tahun lalu, saya selalu berjanji dalam hati bahwa bukan sahabat yang dapat kamu andalkan. Namun ada 3 komponen penting yang dapat mendukung kesuksesanmu, apa saja, Ya…tentu saja Allah SWT-ku yang ada untukku, Kedua orang tua-ku tercinta, dan usaha-ku sendiri.
Terima kasih, sahabat tebaikku yang pernah mengkhianatiku, mungkin berkat kau lah aku bisa seperti sekarang ini. Aku tidak akan melupakanmu, terima kasih…

PRODUK YANG TIDAK LEKANG DI TELAN ZAMAN ( MOBIL DAN PERANANNYA )

PRODUK YANG TIDAK LEKANG DI TELAN ZAMAN
( MOBIL DAN PERANANNYA )
Saat ini mobil telah menjadi bagian hidup yang sangat berpengaruh dalam hidup manusia. Mobil sudah bagai rumah kedua bagi beberapa manusia yang mempunyai tingkat mobilitas yang sangat tinggi, karena, tanpa benda yang satu ini seseorang akan merasa hidupnya berada dalam masalah. Karena mereka berpikir jika mobil adalah sesuatu yang dianggap “must item” untuk menunjang semua kegiatan mereka
Mobil (kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movére' (bergerak)) adalah kendaraan beroda empat atau lebih yang membawa mesin sendiri. Jenis mobil termasuk bus, van, truk. Pengoperasian mobil disebut menyetir. Alat transportasi roda empat ini masih dipercaya sebagai salah satu kendaraan yang fungsional bagi sebagian orang. Fungsional dalam artian bisa digunakan secara beramai-ramai, dapat dimuati berbagai macam barang bawaan sekaligus bisa digunakan untuk menempuh jarak yang dirasa cukup jauh karena banyak pula kaum urban yang tinggal di luar kota Jakarta namun beraktivitas di tengah ibu kota.
Berikut ini adalah sebuah potret kehidupan yang menggambarkan pentingnya alat transportasi ini.
“Tiap hari kerja gue dan istri gue pasti bawa anak kita yang masih bayi plus baby sitter-nya untuk kita titipin di rumah mertua gue di daerah Kebayoran Baru. Habis itu, gue anter istri gue ke kantornya, baru deh gue menuju kantor gue sendiri. Pulangnya juga gitu, tinggal dibalik aja urutannya. Gitu deh rutinitas kita sehari-hari,” ulas Andre yang belum lama memiliki rumah di kawasan Bekasi dan bekerja di daerah Sudirman. “Itulah yang jadi salah satu alasan kenapa kita pilih mobil jenis MPV gini, selain nggak boros BBM, mobil ini juga spacious banget, apalagi buat keluarga kecil kaya kita gini, so far sih cukup ideal, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan kita,” tambah Rini, sang istri.
Jika diperhatikan, tidak sedikit Andre-Rini lainnya di Jakarta ini. Sebuah potret keluarga muda dalam menjalani aktivitas kesehariannya yang penuh dinamika. Mobil masih dirasa sebagai kendaraan yang pas untuk menunjang aktivitas dan rutinitas itu tadi.
Untuk pilihan jenis mobil, umumnya tergantung dari tingkat kebutuhan masing-masing pribadi. Namun yang dirasa cukup favorit adalah mobil jenis small dan medium MPV, dengan alasan daya angkut dan konsumsi BBM yang cukup efisien, small sedan karena alasan yang sama, yaitu irit BBM. Untuk beberapa kondisi tertentu, SUV yang dipercaya dapat menaklukkan segala medan jalan di Jakarta yang kadang tidak terduga kondisinya (jalan berlubang dan banjir lokal yang bisa terjadi tiba-tiba) juga bisa dijadikan pilihan favorit. Mereknya sendiri cukup bervariatif, tergantung dari selera tiap pribadi.
Dari beberapa contoh diatas, meskipun banyak pengguna kendaraan yang cukup puas dengan kondisi kendaraan bawaan pabrik, namun tidak sedikit juga diantaranya yang kurang puas dengan tampilan standar dan memodifikasi tunggangannya. Untuk penunggang sepeda misalnya, modifikasi seperti penggantian ban, shock breaker, group set (gear, tuas rem, dll) dipercaya mampu menambah kenyamanan dalam mengendarainya. Bagi pengendara motor, dandanan ala retro, sporty dan gaya modifikasi lainnya juga dirasa mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus sebagai cara untuk mengekspresikan pribadi sang pemilik. Pun demikian dengan pengguna kendaraan roda empat. Modifikasi ringan berupa penggantian velg dan ban, penambahan sarana audio visual dalam kendaraan diyakini dapat meredam stress di kala berkendara. Paling tidak apapun jenis kendaraan yang dipilih, selain untuk memudahkan aktivitas sehari-hari dan memenuhi kebutuhan akan alat transportasi bisa juga dijadikan suatu sarana untuk mengekspresikan diri. Dengan tidak melupakan faktor keamanan tentunya. Helm, sarung tangan, masker dan perlengkapan lain untuk pengendara sepeda maupun sepeda motor. Juga sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
SEJARAH MOBIL
Kendaraan tenaga uap pertama dibuat pada akhir abad 18. Nicolas-Joseph Cugnot dengan sukses mendemonstrasikan kendaraan tersebut pada tahun 1769. Kendaraan pertama menggunakan tenaga mesin uap, mungkin peningkatan mesin uap yang paling dikenal, dikembangkan di Birmingham, Inggris oleh Lunar Society. Dan juga di Birmingham mobil tenaga bensin pertama kali dibuat di Britania pada tahun 1896 oleh Frederick William Lanchester yang juga mematenkan rem cakram. Pada tahun 1890-an, etanol digunakan sebagai sumber tenaga di A.S.

1. Replika Benz motorwagen 1886


2. Mobil “velo” karl benz 1894



Kepopuleran
Penemuan Cugnot penggunaannya dilihat secara rendah di tempat asalnya Prancis, dan penemuan tersebut diteruskan ke Britania, di mana Richard Trevithick menjalankan gerobak-uap di tahun 1801. Kendaraan tersebut dianggap aneh pada awalnya, namun penemuan dalam dekade setelahnya, seperti rem tangan, transmisi multi-kecepatan, dan peningkatan kecepatan dan setir, membuatnya sukses.
Sekarang ini, Amerika memiliki mobil lebih banyak dari negara lainnya. Jepang memimpin dalam pembuatan mobil, tetapi penduduk Jepang tidak mampu membiayai menjalankan mobil karena tempat parkir yang jarang dan harga bahan bakar yang mahal
Inovasi
Paten mobil pertama di AS diberikan kepada Oliver Evans pada 1789; pada 1804 Evans mendemonstrasikan mobil pertamanya, yang bukan hanya mobil pertama di AS tapi juga merupakan kendaraan amphibi pertama, yang kendaraan tenaga-uapnya sanggup jalan di darat menggunakan roda dan di air menggunakan roda padel.
Umumnya mobil pertama mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin dibuat hampir bersamaan pada 1886 oleh penemu Jerman yang bekerja secara terpisah. Carl Benz pada 3 Juli 1886 di Mannheim, dan Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach di Stuttgart.
Pada 5 November 1895, George B. Selden diberikan paten AS untuk mesin mobil dua-stroke. Paten ini meberi dampak negatif daripada positif pada perkembangan industri mobil di AS. Penerobosan spektakuler dilakukan oleh Berta Benz pada 1888. Mesin-uap, listrik, dan bensin bersaing untuk beberapa dekade, dengan mesin bensin pembakaran dalam meraih dominasi pada 1910an.
Garis-produksi skala besar pembuatan mobil harga terjangkau dilakukan oleh Oldsmobil pada 1902, dan kemudian dikembangkan besar-besaran oleh Henry Ford pada 1910an. Dalam periode dari 1900 ke pertengahan 1920an perkembangan teknologi otomotif sangat cepat, disebabkan oleh jumlah besar (ratusan) pembuat mobil kecil dimana semuanya berkompetisi untuk meraih perhatian dunia.
Pengembangan utama termasuk penyalaan elektronik dan self-starter elektronik (keduanya oleh Charles Kettering, untuk Perusahaan mobil Cadillac di tahun 1910-1911), suspensi independen, dan rem empat-ban.
Pada tahun 1930an, kebanyakan teknologi dalam permobilan sudah diciptakan, walaupun sering diciptakan kembali di kemudian hari dan diberikan kredit ke orang lain. Misalnya, pengemudian roda-depan diciptakan kembali oleh Andre Citroën dalam peluncuran Traction Avant pada 1934, meskipun teknologi ini sudah muncul beberapa tahun sebelumnya dalam mobil yang dibuat oleh Alvis dan Cord, dan di dalam mobil balap oleh Miller (dan mungkin telah muncul pada awal 1897).
Setelah 1930, jumlah produsen mobil berkurang drastis berpasan dengan industri saling bergabung dan matang. Sejak 1960, jumlah produsen hampir tetap, dan inovasi berkurang. Dalam banyak hal, teknologi baru hanya perbaikan dari teknologi sebelumnya. Dengam pengecualian dalam penemuan manajemen mesin, yang masuk pasaran pada 1960an, ketika barang-barang elektronik menjadi cukup murah untuk produksi-masal dan cukup kuat untuk menangani lingkungan yang kasar pada mobil. Dikembangkan oleh Bosch, alat elektronik ini dapat membuat buangan mobil berkurang secara drastis sambil meningkatkan efisiensi dan tenaga.
Keamanan
Kecelakaan mobil hampir sama tua dengan mobil itu sendiri. Joseph Cugnot menabrak mobil tenaga-uapnya “Fardier” dengan tembok pada 1770. Kecelakaan mobil fatal pertama kali yang dicatat adalah Bridget Driscoll pada 17 Agustus 1896 di London dan Henry Bliss pada 13 September 1899 di kota New York.
Setiap tahun lebih dari sejuta orang tewas dan sekitar 50 juta orang terluka dalam lalu lintas (menurut perkiraan WHO). Penyebab utama kecelakaan adalah pengemudi mabuk atau dalam pengaruh obat, tidak perhatian, terlalu lelah, bahaya di jalan (seperti salju, lubang, hewan, dan pengemudi teledor). Fasilitas keamanan telah dibuat khusus di mobil selama bertahun-tahun.
Mobil memiliki dua masalah keamanan dasar: Mereka memiliki pengemudi yang sering kali berbuat kesalahan dan ban yang kehilangan gesekan ketika pengereman mendekati setengah gravitasi. Kontrol otomatis telah diusulkan dan dibuat contoh.
Riset awal memfokuskan pada peningkatan rem dan mengurangi bahaya api sistem bahan bakar. Riset sistematik dalam keamanan tabrakan dimulai pada 1958 di Perusahaan Motor Ford. Sejak itu, banyak riset memfokuskan pada penyerapan energi luar dengan panel yang mudah hancur dan mengurangi gerakan manusia pada ruang penumpang. Ada tes standar kemananan mobil, seperti EuroNCAP dan USNCAP. Ada juga tes yang dibantu oleh industri asuransi.
Meskipun peningkatan dalam teknologi, angka kematian dari kecelakaan mobil tetap tinggi, di AS sekitar 40.000 orang meninggal setiap tahun, angka yang tetap bertumbuh sesuai dengan peningkatan populasi dan perjalanan, dengan tren yang sama di Eropa. Angka kematian diperkirakan akan menjadi dua kali lipat di seluruh dunia pada 2020. Angka yang lebih banyak dari kematian adalah luka dan cacat.



SUMBER
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil
2. http://www.benih.net/lifestyle/gaya-hidup/your-everyday-wheels.html