Manajer yang mempunyai karakteristik yang baik

PENDAHULUAN
Peranan manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan manajer yaitu menjadi palang pintu atau menjadi salah satu ujung tombak dari keberhasilan dalam berorganisasi. Salah satu tugas atau peran majaner yaitu harus bisa mengelola konflik dalam organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
Posisi manajer menjadi sangat krusial bila Direktur atau Deputy dan diharapkan mempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan dalam organisasi. Bak panglima perang di era global yang sarat kompetisi, seorang manajer mengemban tugas menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan, dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah-tengah lingkungannya.

Pengertian Manajemen Secara Umum

PENDAHULUAN

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.[2] Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang yang masing-masing melakukan pekerjaan khusus disebuah perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat

Organisasi Di Indonesia

PENDAHULUAN

HIMPUNAN PENGUSAHA MUDA
BERTEKAD MEMBANGUN NEGARA
PANCASILA LEKAT DI DADA
EMPAT LIMA SEMANGAT KITA

BERJUANG MEMBANGUN NEGERINYA
DEMI CITA-CITA BANGSA

HIMPUNAN PENGUSAHA MUDA
ABADI SELAMA-LAMANYA
BERNAUNG DI BAWAH PANJINYA
REPUBLIK INDONESIA

Phobia Ketinggian

Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi orang secara umum, akan tetapi individu tersebut mengalami peningkatan kecemasan yang tidak lazim dibandingkan orang lain yang menhadapi situasi atau stimulus yang sama. Individu menyadari bahwa rasa atkutnya itu tidak rasional akan tetapi ketika menghadapi situasi tersebut terjadi peningkatan rasa khawatir yang kuat bahkan kadang menimbulkan serangan panik.
orang menyebut dirinya menderita phobia spesifik seperti ketakutan terhadap ular (ophidiophobia, snakephobia), laba-laba (arachnophobia), ketinggian (acrophobia) dan sebagainya padahal rasa takut tersebut merupakan hal yang lumrah yang dapat terjadi pada siapa pun. Disebut mengalami phobia bila ketakutan tersebut mempengaruhi kehidupan dan aktivitas sehari-harinya.

Tarian Yang Melambangkan Cinta

TARIAN CINTA


TARIAN HUDA - HUDA
Konon di zaman dahulu kala, seorang istri raja (na si puang) ditimpa kemalangan. Anak yang dikasihinya meninggal dunia. Saking sedihnya, sang putri tidak rela anaknya dimakamkan dan terus memangku mayat anaknya hingga berhari-hari. Proses pembusukanpun terjadi dan bau mayat yang menyengatpun sudah melingkupi istana dan tercium sampai ke kediaman penduduk. Penghuni istana serta pendudukpun terusik dengan keadaan yang tidak nyaman itu dan ingin berbuat sesuatu membujuk sang permaisuri.
Berbagai cara sudah dilakukan, namun permaisuri tidak mengindahkannya. Hingga di suatu talun sekelompok laki-laki yang sedang ”martambul” turut prihatin. Talun adalah sebuah gubuk di tengah hutan yang berfungsi sebagai tempat menampung dan memasak air aren (tuak) untuk membuat gula merah atau gula aren.